26.1 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

Inflasi 2023 di Bangka Belitung: Tantangan dan Prospek

Oleh: Yogi Cahyo Ginanjar, S.T., M.Si. -...

HUT ke 40, DPD ISPIKANI Kalimantan Timur Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Dalam rangka memperingati 40 Tahun Ikatan Sarjana...

Tahapan Umum Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Kota versi BNPB

TematikDisasterTahapan Umum Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Kota versi BNPB

1. Persiapan Umum

Persiapan umum menyangkut penyiapan kegiatan dan administrasi kegiatan seperti penyusunan, KAK, RAB dan penentuan mekanisme pekerjaaan (swakelola atau kontraktual), identifikasi pemangku kepentingan yang terlibat

2. Sosialisasi dan Internalisasi

Tahapan ini bertujuan untuk menginformasikan kegiatan kepada kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sekaligus mendapatkan dukungan untuk proses penyusunan kajian risiko bencana

3. Pengumpulan Data

Pengumpulan data primer

Pengumpulan data primer umumnya dilakukan untuk kajian kapasitas, yaitu untuk penilaian Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM)

Pengumpulan data sekunder

Data sekunder yang dibutuhkan untuk pengkajian risiko bencana minimal sebagai berikut:

List Kebutuhan Data untuk Kajian Risiko Bencana

4. Penyusunan Peta Bahaya dan Kerentanan

Peta Bahaya

Peta Bahaya mengacu kepada peta-peta yang dikeluarkan oleh wali data sebagaimana tercantum dalam Perpres 9/2016 dan Keputusan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 27 Tahun 2019 Tentang Wali Data Informasi Geospasial Tematik. Dalam hal wali data yang bersangkutan tersebut belum mengeluarkan peta, penyusun dapat merekomendasikan metodologi tertentu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ada dengan berdiskusi dengan wali data

Peta Kerentanan

Kerentanan disusun untuk 4 (empat) komponen yaitu sosial, fisik, ekonomi dan lingkungan

5. Validasi Lapangan

Validasi lapangan dilakukan untuk menilai akurasi model/peta yang di dapat. Pada saat validasi lapangan, dapat juga sekaligus melakukan penilaian IKM

6. Penyusunan Peta Kapasitas

Peta kapasitas untuk level kabupaten/kota tersusun dari dua komponen, yaitu komponen ketahanan daerah dan komponen kesiapsiagaan masyarakat.

IKD

IKD mengukur kapasitas Pemerintah Daerah dalam menghadapi bencana. Berikut adalah referensi lebih lanjut mengenai IKD:

a. Kuesioner IKD

b. Juknis

c. Perangkat Penilaian

d. Petunjuk penggunaan Perangkat Penilaian

IKM

Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) menunjukkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Referensi mengenai IKM dapat diakses melalui:

a. Pengantar Perangkat IKM

b. Kuesioner IKM

c. Form jawaban kuesioner

d. Perangkat Analisis

e. Petunjuk penggunaan Perangkat Analisis

7. Draft #1 Dokumen Kajian Risiko Bencana

Berdasarkan kajian bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko disusun Draft #1 Dokumen Kajian Risiko Bencana. Pengolahan data dapat mengacu modul teknis yang dikeluarkan oleh BNPB. Saat ini tersedia beberapa modul, yaitu:

a. Gunungapi

b. Gempabumi

c. Tsunami

d. Banjir

e. Tanah longsor

f. Cuaca ekstirm

g. Gelombang ekstrim dan abrasi

h. Kebakaran hutan dan lahan

8. Diskusi Publik

Diskusi publik ditujukan untuk menyampaikan hasil kajian dan untuk memperoleh masukan dari seluruh pemangku kepentingan

9. Review BNPB

Tahapan ini merupakan proses penyampaian hasil yang disusun oleh daerah kepada BNPB. Tujuannya adalah untuk melihat kesesuaian hasil dengan acuan dan pedoman yang dikeluarkan oleh BNPB dan untuk integrasi data

10. Asistensi

Asistensi merupakan proses dikusi mengenai proses dan hasil yang sudah dihasilkan. Tujuan asistensi adalah untuk mendapatkan solusi mengenai suatu kendala yang ditemui serta melihat capaian pekerjaan yang sudah dihasilkan

11. Tahap Finalisasi

Tahapan ini berisi finalisasi terhadap masukan-masukan pada saat asistensi, diskusi publik, atau review BNPB. Pada tahapan ini juga dirancang pengesahan dokumen dan proses legalisasi berupa peraturan Kepala Daerah atau Peraturan Daerah

Sistematika Penulisan Dokumen

Dokumen Peta Risiko Bencana disusun berdasarkan sistematika penulisan yang secara umum dimuat dalam panduan pengkajian risiko bencana, sebagai berikut: Sistematika Penulisan

Output Pengkajian Risiko Bencana

Kajian risiko bencana paling tidak menghasilkan 4 (empat) hal, yaitu:

  1. Dokumen KRB
  2. Album Peta
  3. Matriks tabulasi
  4. Data spasial

Referensi pelaksanaan kegiatan

· KAK Kontraktual

· RAB Kontraktual

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles